Thursday, October 15, 2020

>> Pengaruh Penyakit Menyeramkan Akhir Gonta-Ganti Pasangan Dan Berafiliasi Seksual Di Usia Remaja

Orang-orang usia muda yang telah berafiliasi seks di luar nikah tidak hanya berisiko mengidap HIV/AIDS. Mereka juga rentan mengalami sexually transmitted disease (STD), kelompok penyakit akhir acap kali gonta-ganti pasangan.

Praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM), Ari Fahrial Syam, menjelaskan, wanita yang gemar gonta-ganti pasangan juga berisiko mengalami kanker lisan rahim. Sementara pria berisiko cukup besar menderita kanker prostat di lalu hari.

"Pengalaman klinis saya selaku dokter seorang luar biasa penyakit dalam mendapat bahwa pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan. Penyakit ini sanggup perihal semua profesi, ibu rumah tangga (IRT) yang tidak gonta-ganti pasangan pun sanggup menderita HIV alasannya yakni mungkin tertular dari suaminya yang suka jajan di luar," kata Ari dikutip dari pemberitahuan pers, Sabtu (25/6/2016).

Perempuan baik-baik yang hendak menikah ternyata diketahui mengidap HIV, kata Ari, kemungkinan tertular dari mantan pacar yang mengalami keadaan serupa tetapi berasal dari suntikan narkoba, yang mana dikala pacaran di dingklik Sekolah Menengan Atas dahulu pernah berafiliasi seks beberapa kali.

"Pasien-pasien yang menderita HIV/AIDS di usia berakal balig cukup akal ternyata mempunyai riwayat pernah berafiliasi seksual di usia remaja. Semakin banyak pasangan relasi seksual, makin luar virus tersebut menyebar," kata Ari.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment