Saturday, October 3, 2020

>> Inilah 5 Tradisi Kontrak Nikah Unik Di Jepang

Seperti negara-negara di Asia pada umumnya, beberapa tradisi penting menyerupai janji nikah biasanya dipengaruhi oleh budaya setempat.

Shinto merupakan pedoman iman di Jepang yang mempunyai pengaruh besar bagi kebudayaan dan tradisi upacara masyarakatnya. Sebab, banyak unsur unik dalam tradisi janji nikah di Jepang yang menawan untuk dikulik.


Venue pernikahan
Kebanyakan upacara dilaksanakan di kuil Shinto, venue janji nikah biasanya sungguh atraktif. Di daerah ini banyak terdapat simbol-simbol spiritual yang memiliki arti tersendiri. Yang paling lazim merupakan water pavilions, patung berupa anjing, dan gerbang tinggi berwarna merah yang melambangkan batas dunia faktual dan dunia ruh.

Jika Anda berkunjung pada isu terkini janji nikah menyerupai bulan Juni, maka Anda berkesempatan untuk melihat beberapa upacara secara langsung.

San-San-Kudo
Upacara menyebarkan sake ini sungguh lazim dilaksanakan dalam tradisi Buddha, begitupun dengan tradisi Shinto di janji nikah Jepang. Ini merupakan tradisi janji nikah yang paling menarik. Akan ada tiga tumpuk cangkir sake yang mau diminum oleh pengantin lelaki dan perempuan dalam tiga seruput. Masing-masing dilaksanakan sembilan kali. Ku atau 9 berarti keberuntungan yang bagus di kebudayaan Jepang.

Tiga seruput melambangkan cinta, akal dan kebahagiaan, sementara beberapa iman yang lain berkata tiga seruput itu melambangkan bumi, nirwana dan alam fikiran manusia. Ada pula yang melambangkan tiga serumput selaku simbol yang mewakili pengantin wanita, lelaki dan orangtua pengantin.

Selain itu, para pengantin juga dibutuhkan sanggup menangani banyak sekali sifat dasar insan menyerupai gairah, kebencian dan ketidakpedulian yang mungkin akan dihadapi bareng di saat berumah tangga.

Busana Pernikahan
Pengantin perempuan menggunakan pakaian pengantin serba putih dan make up yang khas dengan pulasan lipstik merah, senada dengan warna bendera nasional negaranya, yakni putih dan merah.

Kebanyakan material pakaian pengantin perempuan yang dibikin dari satin, dan pengantin lelaki mengenakan warna hitam untuk suits atau kimono. Beberapa pengantin mengenakan kerudung satin putih di atas sanggul kepalanya, atau head dress yang dinamakan wataboshi yang merepresentasikan sifat membumi.

Pidato
Pidato janji nikah merupakan salah satu unsur yang penting pada pesta janji nikah di Jepang. Keluarga, teman, guru-guru, rekan sekolah sampai semua rekan yang dipanggil akan bangun dalam barisan dan menanti giliran untuk menyediakan ucapan selamat pada pasangan pengantin sambil menyediakan pesan-pesan atau nasihat pernikahan.

Hadiah untuk Orangtua
Ketika hari pernikahan, pengantin biasanya menyediakan kado terhadap kedua orangtua dengan banyak sekali macam barang untuk menampilkan tanda terima kasih sambil menyebarkan arti kebahagiaan.

Hadiah yang paling lazim diterima merupakan bunga, kartu, dan surat pribadi yang menghasilkan janji nikah terasa lebih personal dan istimewa.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment