Thursday, October 1, 2020

>> 5 Kebiasaan Penyebab Anda Sulit Jadi Orang Kaya

Penulis berjulukan Thomas C Corley menghabiskan lima tahun untuk mempelajari kehidupan orang-orang kaya dan miskin. Kaum kaya yang dimaksud oleh Corley yaitu pebisnis yang berhasil alasannya yaitu perjuangan sendiri dan karyawan level menengah ke atas dalam perusahaan. Umumnya, mereka memiliki penghasilan serta aset tahunan meraih 3,2 juta dollar AS atau setara dengan Rp 42 miliar dalam setahun.

Sementara itu, kaum miskin yang didefinisikan Corley yaitu mereka yang cuma memiliki aset kurang dari 5.000 dollar AS atau lebih kurang Rp 60 juta. Menurut Corley, penyebab sebagian orang berhasil menjadi kaya dan sebagian yang lain tetap hidup miskin yaitu kebiasaan serta gaya hidup.

Dalam bukunya yang bertajuk Change Your Habits, Change Your Life, Corley mengungkapkan lima kebiasaan yang merentangkan orang kaya dan orang miskin.
Berikut uraiannya:

Judi
“Tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan dan kekayaan,” tulis Corley.

“Sukses secara finansial itu memerlukan waktu, memerlukan inisiatif, dan kerja keras. Mereka yang kegemaran berjudi memiliki pemikiran bisa cepat kaya, sungguh-sungguh salah,” urainya.

Menurut studi yang dipimpin oleh Corley, sebanyak 52 persen orang miskin berjudi pada pertarungan olahraga, satu kali dalam sepekan, 72 persen bermain lotere setiap mingu.

Sebaliknya, lebih kurang 84 persen orang kaya tidak senang berjudi dan 94 persen tidak juga bermain lotere.

“Orang kaya yang berhasil alasannya yaitu perjuangan sendiri tidak pernah terpengaruhi pada bagan kekayaan instan. Mereka bikin kebiasaan hidup yang dapat mengirimkan mereka pada tujuan berhasil dalam hidup,” bebernya.

Selektif pada lingkungan sekitar
Sebanyak 87 persen orang kaya yang dipelajari oleh Corley menyortir diri dari orang-orang yang menampilkan energi negatif dan membatasi mereka dari tujuan sukses.

“Orang-orang kaya punya kebiasaan untuk tidak dekat dengan ‘racun’ dan negatif,” ujar Corley.

Alkohol
Menyesap anggur dan sampanye pada acara-acara sosial, sah-sah saja, selama sesuai prinsip dan pedoman beragama Anda.

Namun, satu hal yang pasti, orang-orang kaya tidak pernah berlebihan mengonsumsi alkohol sampai bikin mereka mabuk atau teler.

“Dalam studi, aku mendapatkan 54 persen orang miskin memang kegemaran mabuk alkohol, mereka minum dua botol bir satu hari. Sementara itu, sebanyak 84 persen orang-orang kaya minum alkohol kurang dari orang-orang miskin tersebut,” urainya.

Alkohol yang berlebihan bisa memengaruhi memori dan kesanggupan berpikir jernih. Selain itu, pada biasanya alkohol bikin tubuh keistimewaan berat tubuh dan menjadi tidak aktif dalam keseharian.

Menonton televisi
“Sebanyak 77 persen orang miskin dalam studi saya, mereka pada biasanya menonton televisi setiap hari,” tulis Corley.

“Studi aku menampilkan bahwa 67 persen orang kaya menonton televisi kurang dari satu jam dalam satu hari,” imbuhnya.

Menurut Corley, orang-orang kaya lebih mencari gunjingan yang edukatif daripada hiburan tidak mendidik yang sering ditayangkan di televisi.

Orang-orang kaya, kata Corley, menghabiskan waktu dengan membaca buku, berolahraga, dan mencari inspirasi.

“Membuat waktu lebih produktif ialah landasan memajukan mutu diri untuk meraih tujuan. Orang miskin memiliki kegemaran membuang-buang waktu,” ungkapnya.

Menunda-nunda pekerjaan
Hobi menangguhkan pekerjaan menjauhkan orang yang paling berbakat sekalipun dari mimpi merealisasikan berhasil dan kaya raya pada masa depan.

“Anda mungkin tidak sadar, tapi suka menangguhkan ialah argumentasi utama kenapa Anda masih juga berjuang secara finansial dalam hidup. Ini menghancurkan dapat diandalkan dengan atasan dan kolega di kawasan kerja. Selain itu, juga menghancurkan hubungan dengan klien. Anda bisa hancur,” beber Corley.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment