Saturday, September 5, 2020

>> Mungkin Aneh, Inilah Aturan Perkosaan Di Banyak Sekali Negara

Trauma berkepanjangan, hancurnya semangat hidup, bahkan berujung kematian, banyak kepahitan dialami korban perkosaan. Sudah saatnya semua negara memperbaiki derma aturan kepada korban kekerasan seksual.


Jerman: No Means No
Tahun 2016 definisi perkosaan diperluas. Jika korban menyampaikan 'TIDAK‘ kepada acara seksual, dan pihak lain tetap memaksa, maka pihka yang memaksa sanggup diajukan ke pengadilan. Hukum Jerman sebelumnya terkait kekerasan seksual amat lemah. Sebuah urusan dianggap pelecehan seksual cuma jikalau sang korban secara fisik menjajal melawan pelaku.

Perancis: Verbal pun Dapat Dihukum
Istilah "pemerkosaan" meliputi kesibukan seksual tanpa akad pihak yang terlibat atau adanya unsur pemaksaan. Pelanggar sanggup memperoleh bahaya vonis hingga 20 tahun penjara. Orang yang beberapa kali secara ekspresi melecehkan orang lain secara seksual sanggup dijatuhi vonis denda tinggi - atau bahkan sanksi penjara hingga dua tahun.

Italia: Suami pun Bisa Dipenjara
Pada tahun 1996, Italia memperluas aturan kejahatan seks, meliputi pemaksaan acara seksual dalam pernikahan. Ancaman bagi seseorang yang memaksa pasangannya berafiliasi seks, sementara pasangannya menolak, sanggup terancam sanksi 10 tahun penjara.

Swiss: Penetrasi Vagina
Swiss menangkal definisi pelecehan seksual dengan kesibukan penetrasi pada vagina. Serangan pelecehan seksual yang lain sanggup dikategorikan selaku pemaksaan seksual – jikalau korban menolak, baik secara fisik maupun verbal. Hukuman untuk semua pelanggaran sanggup divonis hingga 10 tahun penjara. Sejak tahun 2014, perkosaan dalam ijab kabul sanggup dikenai hukuman.

Swedia: Korban terpaksa sebab takut
Di bawah aturan pidana Swedia, membuka paksa baju orang lain sanggup dikenai sanksi hingga 2 tahun penjara. Eksploitasi seks kepada orang dalam "kondisi tak berdaya," seumpama tertidur atau di bawah dampak obat/alkohol, tergolong pemerkosaan. Sejak 2013, perkosaan juga tergolong serangan kepada orang yang tidak menolak sebab takut, hingga tercipta kesan terjadinya kekerabatan seks konsensual.

Amerika Serikat: Bahkan terjadi di kampus
Definisi kekerasan seksual beraneka ragam dari satu negara kepingan ke negara kepingan lain. Di Kalifornia, misalnya kedua pihak pasangan mesti secara terang menyepakati langkah-langkah seksual, jikalau tidak mau dianggap selaku perkosaan. Aturan ini juga berlaku untuk mahasiswa di kampus-kampus, di mana dilaporkan meluasnya kekerasan seksual dalam bertahun-tahun terakhir

Arab Saudi: Malapor malah dihukum
Negara ini menetapkan sanksi mati bagi pemerkosaan, meski masih sukar menjerat pelaku yang memperkosa istri mereka. Ironisnya wanita yang melaporkan perkosaan malah sanggup dieksekusi jikalau dianggap "aktif" berkontribusi dalam perkosaan. Misalnya, wanita yang berjumpa dengan pria yang lalu memperkosa mereka, sanggup dieksekusi sebab dianggap mau berjumpa dengan laki-laki itu.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment