Wednesday, September 23, 2020

>> Kiat 8 Taktik Bertahan Hidup Di Saat Kehilangan Arah Di Alam Liar

Alam bebas bukanlah dunia yang familiar bagi pada biasanya orang. Hanya mereka yang memiliki mental baja, kerap berpetualang ke alam bebas, dan mau menimba ilmu dari alam yang dapat menaklukkannya. Akan tetapi, tak ada yang dapat menebak kapan hal buruk bisa terjadi.

Bisa saja, meski Anda bukanlah orang yang suka berpetualang di alam bebas, Anda berada dalam kondisi yang memaksa Anda berada di alam bebas. Baik itu hutan, gunung, maupun di pulau terpencil. Nah, selama pinjaman belum datang, Anda mesti bertahan hidup selama mungkin.  Ada beberapa langkah yang mesti Anda jalankan biar sanggup bisa bertahan di alam bebas. Apa saja?

1. Temukan lokasi menginap yang aman
Saat Anda kehilangan arah di hutan atau tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, amat penting untuk mendapatkan lokasi menginap yang aman. Paling tidak, Anda mesti mendapatkan tempat yang kering dan tidak terlampau rendah.

Hindari lembah dan area yang dapat dialiri air alasannya merupakan banjir bisa tiba kapan saja. Anda pun seharusnya menegaskan tempat yang bebas dari serangga maupun pohon lapuk. Hal ini untuk menangkal Anda tertimpa pohon di saat tidur.

2. Dirikan shelter darurat
Hipotermia merupakan pembunuh utama di saat kehilangan arah di daerah terbuka. Agar tetap selamat, penting untuk mempertahankan badan tetap dalam kondisi hangat. Temukanlah beberapa cabang pohon yang cukup memiliki efek dan susun selaku tempat berlindung. Lapisi dengan ranting dan daun. Begitu pun lantainya, lapisi dengan daun yang berskala cukup lebar.

3. Menyalakan api
Api merupakan salah satu kunci bertahan hidup di alam bebas. Jika Anda tak bisa menghasilkan api menggunakan kayu atau batu, gunakan baterai. Hubungkan kutub konkret serta negatif dari baterai pada kertas timah. Percikkan api yang tercipta ke gumpalan benda kering dan lembut menyerupai akar, rumpu, atau kain. Letakkan di kayu bakar.

4. Membesarkan api
Jika Anda ingin api Anda tetap hidup, Anda mesti tahu bagaimana cara menyusun api biar cepat terbakar. Caranya, susun kayu dalam beberapa ukuran besar. Siapkan kayu berskala sedang. Lalu sandarkan kayu sebesar tusuk gigi secara miring di atas kayu tadi. Tambahkan kayu yang berskala lebih besar satu per satu. Hal ini akan menghasilkan api cepat terbakar alasannya merupakan kayu disusun membentuk sudut yang sanggup dilalui oksigen.

5. Mencari air bersih
Manusia tak bisa bertahan usang tanpa air. Temukan sumber air yang higienis dan jernih. Jika Anda ragu air tersebut bisa diminum atau tidak, Anda bisa memasaknya. Anda juga sanggup memuat air hujan dan embun untuk diminum. Jika Anda memiliki wawasan akar-akar dan batang apa saja yang mengandung air, hal tersebut akan sungguh berguna.

6. Menampung air dari pohon
Tak ubahnya menyerupai manusia, tumbuhan juga sanggup berkeringat. Bungkuslah ranting pohon yang berdaun dengan plastik dan ikat dengan rapat. Dalam waktu beberapa jam, air akan terkumpul.

7. Mencari makanan
Dalam suasana darurat, Anda mesti bertahan hidup menyantap apapun. Hewan liar tak semudah yang Anda bayangkan untuk sanggup ditangkap. Anda sanggup menyantap hewan-hewan kecil menyerupai ikan, katak, atau kadal.

Selain itu, Anda juga sanggup menyantap tumbuhan. Pisang dan nanas sungguh gampang didapatkan di hutan Indonesia. Anda juga sanggup mengonsumsi rotan, rebung, paku-pakuan.

8. Membaca kompas alam
Jika Anda tak memiliki kompas, tentukan arah mata angin dari posisi matahari. Anda juga sanggup menggunakan jam tangan analog. Caranya, arahkan jarum jam ke matahari. Tarik garis imajiner di antara jarum jam dan angka 12, itu merupakan garis yang menghubungkan utara dan selatan.

9. Mengirim sinyal SOS
Sambil menanti bantuan, Anda sanggup menyelamatkan diri Anda sendiri dengan menghasilkan sinyal SOS. Pastikan Anda berada di tempat terbuka dan cukup tinggi. Buatlah api dan asap yang tebal. Caranya, tumpukkan dedaunan dan rumput yang masih lembab biar asap mengepul tebal.

Pada malam hari, Anda bisa mempergunakan sinar rembulan dan cermin. Gunakan cermin, spion, atau layar ponsel untuk mencerminkan cahaya tersebut. Caranya, arahkan cermin ke sumber cahaya dengan sedikit dimiringkan.

Selanjutnya, jikalau Anda menyaksikan kapal atau pesawat lewat, buatlah salam dua jari dengan salah satu tangan. Posisikan kapal atau pesawat yang jauh di antara dua jari. Kemudian, gerakkan pemantul cahaya maju dan mundur.
(sumber)

0 comments:

Post a Comment